Salah satu pertanyaan mendasar dalam benak tiap aktifis organisasi ekstra kampus, termasuk aktifis PMII adalah bagaimana ia akan mampu menjadi manusia sesungguhnya dengan pilihan aktifitas yang dijalaninya? Pertanyaan ini lahir sebagai bagian dari upaya internal dalam diri seorang aktifis untuk memastikan bahwa pilihan organisasi yang dipilihnya mampu memberikan kontribusi positif bagi dirinya sendiri. Kontribusi positif tersebut dapat dibuktikan dengan kemampuan untuk tetap survive dan berkembang sesuai dengan impian yang ditetapkan oleh organisasi yang diikutinya.

Corong

