Rabu

Pentingnya Buku Bagi Masa Depan Anak Bangsa

Mungkin ini yang bisa dijadikan tema besar tentang pentingnya buku untuk dibaca. Artinya bahwa betapa pentingnya buku untuk menata kehidupan, sehingga kalau kita mengabaikan membaca buku, berarti kita juga mengabaikan pengetahuan emas dari buku dalam menata kehidupan itu sendiri. Lewat bukulah kita bisa menembus ruang angkasa yang amat luas. Intinya, bahwa hanya dengan membaca buku, kita akan tahu banyak hal, kita juga bisa tahu banyak tentang relasi esensi alam ini dengan manusia. Semakin banyak buku yang kita baca, maka akan semakin mudah bagi kita untuk “menguasai dunia”.
Tapi sayangnya, membaca buku adalah suatu kebiasaan. Kebiasaan tersebut diawali oleh seringnya melatih diri menjadikan buku sebagai kebutuhan pokoknya. Sebagaimana belajar bahasa, seseorang tidak akan menguasai bahasa kalau tidak dipraktekkan setiap harinya. Rendahnya minat baca generasi penerus bangsa saat ini membuat mereka terpuruk dan tidak terbiasa untuk menganalisa berbagai masalah negara yang semakin ruwet.
Dominasi Internet Membuat Buku Semakin Dilupakan
Ironis sekali, ketika generasi muda saat ini tidak jarang yang tidak memiliki minat baca, terpenting lagi mahasiswa yang ideal adalah mereka yang menggeluti berbagai macam pengetahuan dan salah satunya diperoleh dengan membaca buku. Rupanya mahasiswa saat ini sudah tidak tertarik lagi dengan buku-buku bacaan, meskipun berupa novel maupun cerpen. Mahasiswa saat ini lebih memilih shoping, nongkrong di cafeƩ, dan jalan-jalan daripada membaca buku. Dan ini terjadi karena kehidupan santai dan pola mandiri yang tidak tepat sehingga membuat mahasiswa terlena dengan glamornya kehidupan kampus. Sungguh disayangkan.
Rendahnya minat baca terhadap buku, membuat mahasiswa juga tidak terbiasa membolak-balik media informasi yang lebih penting. Mahasiswa sekarang lebih memilih aktifitas yang minim manfaatnya (fb-an, download lagu, film, dan semacamnya) daripada membaca buku. Dominasi teknologi instan saat ini memang membuat buku semakin dilupakan, akhirnya buku-buku yang ada di perpustakaan pun hanya sekedar menjadi pajangan belaka.
Terkecuali mahasiswa yang ideal. Selain mereka harus melaksanakan tugas kuliah yang meskipun sedikit banyak suka meng-copy hasil kawan ataupun dari internet, -karena memang itulah kebiasaan mahasiswa.  Kebanyakan dari mereka juga aktif di organisasi ekstra kampus yang mau tidak mau harus membaca karena akan “memperbesar rasa malu” mereka sendiri ketika kalah saing terlalu jauh dengan organisasi ekstra yang lain. Maka peran buku di sini menjadi sangat penting.
Kondisi ini tentu sedikit menggembirakan. Dan semoga semangat ini dijadikan inspirasi oleh generasi mudanya pada khususnya, dan mahasiswa yang lain pada umumnya. Rasakan kehadiran buku sebagai jendela untuk kita untuk melihat masa depan, serta jadikanlah keberadaan buku sebagai jembatan untuk kita untuk berusaha menjadi makhluk Tuhan yang mencintai ilmu. Sebab untuk banyak menguasai ilmu, kita harus banyak membaca buku. Dengan sering membaca buku, kita akan menguasai dunia.
Buku Mampu Mengubah Dunia
Buku telah menginspirasi banyak orang besar untuk merubah dunia. Betapa pentingnya buku bagi kehidupan masa depan manusia. Banyak  manusia-manusia hebat karena mereka adalah orang-orang kutu buku. Terbukti di Indonesia tokoh-tokoh besar seperti Bung Karno adalah orang-orang yang sangat kutu buku. Buku-buku telah mengilhaminya untuk merubah bangsanya menjadi lebih baik. Kelahiran kemerdekaan negeri ini adalah karena pemikiran yang hebat yang telah mengilhami Bung Karno karena wawasan yang luas dari hasil bacaannya.
Bagaimana anda melihat negeri Jepang yang pada perang dunia hancur lebur namun dalam sekejab menjadi raksasa ekonomi dunia. Ternyata rakyat Jepang adalah orang-orang yang gila ilmu pengetahuan. Perpustakaan-perpustakaan hampir di semua daerah bermunculan. Buku telah menginspirasi masyarakat Jepang menjadi negara maju. Yang menarik untuk dicermati dalam hal ini adalah Jepang yang sebelumnya hanya sebuah bangsa yang terisolir dari dunia luar, kini mampu tampil menjadi salah satu peradaban cemerlang.
Lepas dari itu semua, bahwa yang terpenting adalah bagaimana menanamkan nilai-nilai dan keterbukaan jiwa untuk menerima bahwa membaca sebagai hal yang menyenangkan. Sebelum melaksanakan aktifitas yang akan sesuai dengan tujuan, memang harus menanamkan nilai-nilai yang ada sebagaimana yang dicita-citakan oleh bangsa. Amirotur Rohmah, Pengurus Rayon.



1 komentar:

Unknown mengatakan...

Terima kasih artikelnya, betul sekali saat ini buku sudah semakin terkikis dengan adanya internet dan muncul nya e-book. Tetapi menurut saya buku tidak pernah tergantikan, akan selallu ada sampai kapan pun. Kebetulan kami menjual buku juga. Terima kasih.
Jual Buku Online

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes